BAGAIMANA METABOLISME TUBUH YANG KELEBIHAN KARBOHIDRAT / GLUKOSA? infoartikel.site

sertraline alcohol blackout

sertraline side effects
Bagaimana manusia bisa berlebihan makan karbo/gula? Mari kita lihat prosesnya.
Simpanan tenaga manusia kita ibaratkan tangki bahan bakar, ada tangki karbo yang kecil (hanya sekitar 2000 kalori paling penuh) dan ada tangki lemak yang besarnya bisa puluhan ribu kalori. 

Selanjutnya, jika kita makan makanan yang tinggi karbohidratnya maka setelah dicerna,  semua karbohidrat itu akan menjadi gula di darah. 
Glukosa hasil dari makan karbohidrat bisa berpuluh kali lipat banyaknya daripada gula di darah yang hanya sesendok dua sendok saja dalam 5-6 liter darah. 
Kenaikan gula darah ini berbahaya (ingat saja diabetes), maka tubuh mengerahkan hormon insulin untuk menurunkannya. 
Insulin mengarahkan karbohidrat yang sudah menjadi glukosa ini ke tangki penampungan yang disebut glikogen di otot dan liver. 
Pada tangki glikogen yang di liver hanya muat 100 gram saja, sisa gulanya dikonversi menjadi lemak jenuh alias trigliserida dan diarahkan ke tangki penyimpanan lemak di badan. 

Setelah insulin beraksi, gula darah akan turun bahkan cenderung rendah. Hal ini bikin orang jadi lemas dan ingin kembali makan atau ngemil yang manis-manis.
Insulin menyalurkan gula-gula hasil dari pencernaan karbohidrat ini ke sel-sel tubuh Sepeti otak dan otot untuk segera dibakar atau disimpan.  
Parahnya, selama kadar insulin masih tinggi di tubuh, lemak-lemak yang ada tidak akan digunakan. 
Pembakaran lemak berhenti dan oksidasi lemak jadi terganggu. 
Lemaknya disimpan saja, terpendam dan tertimbun semakin banyak. 

Kalau masih sehat, glukosa sebagai hasil makan karbohidrat akan dibakar di otak dan otot serta disimpan dalam bentuk glikogen di otot. 
Tapi bagi mereka yang sudah berlebihan makan karbo/gula setiap hari selama bertahun-tahun, metabolismenya pasti sudah terganggu. 
Gangguan metabolisme ini membuat gula diarahkan hormon insulin ke liver atau hati dan karena tangki glikogen punya kecil disini (hanya sebagai buffer yang menjaga kadar gula darah), maka terjadilah proses lipogenesis. 
Lipogenesis adalah pembuatan lemak jenuh atau trigliserida dari glukosa. 
Lalu lemak jenuh ini dipacking dengan transpor kolesterol VLDL ke peredaran darah. 
Ujung dari metabolisme yang mulai tidak optimal ini adalah masalah di peredaran darah atau jantung, kelebihan berat badan sampai obesitas, dan diabetes tipe 2. 
Kalau terus makan karbohidrat tinggi padahal hormon insulinnya sudah bermasalah (hiperinsulinemia dan resisten) maka tangki lemak akan semakin membesar, badan menjadi gemuk atau masih kurus tapi lemak darah tinggi dan fatty liver. 
Beresiko obesitas, diabetes, dan serangan jantung. 

Metabolisme optimal adalah beralih dari metabolisme yang mencerna banyak karbohidrat menjadi metabolisme yang berdasarkan lemak. 
Menjadi pembakar lemak sejati. 
Bahkan 98 persen manusia sepanjang sejarahnya (ratusan ribu hingga jutaan tahun yang lalu sebagai manusia purba) menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama, hanya baru beberapa tahun terakhir saja manusia mulai mengkonsumsi karbohidrat sejak jaman pertanian. 
Konsumsi karbohidrat yang jadi gula menimbulkan banyak masalah selain di metabolisme, kelebihan berat badan, sampai diabetes. 
Metabolisme karbo menghasilkan radikal bebas yan menekan daya tahan tubuh serta merugikan kesehatan dan ROS (reactive oxygen species) yang bisa merusak DNA, protein juga lemak, sel-sel, enzim, menyebabkan tumor serta kanker.

Metabolisme yang berbahan lemak akan menghasilkan keton sebagai pengganti glukosa dan menurunkan ROS pada proses pembakaran tenaga di mitokondria dalam sel-sel. 
Menjadi pembakar lemak berarti mengurangi resiko kelebihan berat badan atau metabolismenya kacau, dan menghindari diabetes. Badan jadi lebih fit dan aktif!



Wikipedia SiteWide Iklan Baris
wisata modera furniture